IP ADDRESS DAN SUBNETTING

 IP Address Dan Subnetting

Pengertian

- Ip address adalah serangkaian angka yang menjadi identitas perangkat untuk terhubung ke internet maupun infrastruktur lainnya. Berfungsi untuk memastikan pengiriman data ke perangkat yang tepat. Untuk panjang angkasnya dari 0.0.0.0 sampai 255.255.255.255 .

- Subnetting merupakan salah satu metode untuk memperkecil jumlah host yang bisa digunakan sehingga ip address dapat digunakan secara maksimal.

Latar Belakang Masalah

Kurangnya pengetahuan tentang IP Address dan Subnetting

Maksud Dan Tujuan 

Berbagi pengetahuan tentang IP Address dan Subnetting

Batasan Dan Ruang LIngkup Kerja

IP Address

- Subnetting

Target Dan Hasil Yang Diharapkan

Berbagi pengetahuan kepada masyarakat luas

Metode Pelaksanaan

Wawancara dan pengamatan

Target Waktu

20.57 - 00.00

Pelaksana

A) IP ADDRESS

Ip address adalah serangkaian angka yang menjadi identitas perangkat untuk terhubung ke internet maupun infrastruktur lainnya. Berfungsi untuk memastikan pengiriman data ke perangkat yang tepat. Untuk panjang angkasnya dari 0.0.0.0 sampai 255.255.255.255 .

- Versi ip address

saat ini ada 2 versi ip address yaitu :

1) IPv4

gambar 1.0 IPv4
Internet protokol versi 4 adalah IP yang memiliki panjang angka 32bit, yang terdiri dari 4 blok angka dan dipisahkan dengan titik . Setiap blok bisa berisi 1-3 digit angka .Kumpulan angka tersebut adalah representasi desimal dari 8 bit angka biner mulai dari 0-255.

oktet adalah kumpulan angka yang berjumlah 8bit yang dipisahkan dengan titik. IPv4 terdiri dari 4 oktet, setiap oktetnya bisa menampung alamat ip sebanyak 255. IPv4 memiliki rentang angka antara 0.0.0.0 hingga 255.255.255.255. Jadi, jika dihitung IPv4 dapat menampung sebanyak 4,3 miliar alamat

Di IPv4 terdapat 2 bagian yaitu Network ID dan Host ID. Network ID adalah bagian yang memberitahukan kepada jaringan dimana alamat ip itu berada, sedangkan Host ID adalah identitas perangkat tersebut dalam jaringan.

IPv4 dibagi jadi 5 kelas yaitu :
1) Kelas A (0.0.0.0 – 127.255.255.255) IPv4 kelas a biasanya diperuntukan jaringan yang skalanya sangat besar yang memiliki jumlah alamat ip maksimal : 16.777.216 dan jumlah jaringan maksimal : 128.
2) Kelas B (128.0.0.0 – 191.255.255.255) IPv4 kelas b diperuntukan jaringan yang skalanya besar dan menengah yang memiliki jumlah alamat ip maksimal : 1.048.576 dan jumlah jaringan maksimal : 16.384.
3) Kelas C (192.0.0.0 – 223.255.255.255) IPv4 kelas c diperuntukan jaringan yang skala kecil yang memiliki jumlah alamat ip maksimal : 65.536 dan jumlah jaringan maksimal : 2.097.152.
4) Kelas D (224.0.0.0 – 239.255.255.255) IPv4 kelas d khusus digunakan untuk ip multicast untuk jumlah ip jaringan dan host tidak dijelaskan secara pasti.
5) Kelas E (240.0.0.0 – 254.255.255.255) IPv4 kelas e khusus digunakan untuk keperluan eksperimen sama seperti kelas d jumlah ip jaringan dan host tidak dijelaskan secara pasti. 

NOTE for class IPv4 : semakin banyak/tinggi angka yang digunakan maka semakin sedikit jumlah jaringannya.

2) IPv6

gambar 1.1 IPv6

Internet protokol versi 6 adalah IP memiliki panjang angka 128 bit, terdiri dari 8 kelompok angka dan huruf yang setiap kelompoknya dipisahkan dengan titik dua. Struktur IPv6 berbeda dengan IPv4 yang dapat diidentifikasi dengan mudah. Struktur IPv6 terdiri dari kombinasi angka dan huruf. Banyaknya perpaduan angka dan huruf tersebut membuat IPv6 dapat menampung alamat IP di seluruh dunia dalam waktu cukup lama,namun IP ini belum banyak digunakan secara luas.

- jenis-jenis IP address 

1) IP Address Public
IP Address Public adalah IP Address yang digunakan untuk berkomunikasi antar host di Internet global, yang penggunaan dan alokasinya diatur oleh beberapa lembaga, dimana otoritas tertinggi dipegang oleh IANA. IP Public digunakan sebagai identitas kita di internet. Karena alamat IP Public digunakan di Internet maka jika kita menggunakan alamat IP ini kita bisa mengakses langsung ke jaringan internet secara langsung.
2)IP Address Private
IP Address Private adalah IP Address yang hanya dikenali di jaringan lokal-nya saja. Alamat IP dalam rentang ini dianggap tidak dapat dirutekan, karena tidak unik. IP ini hanya unik didalam jaringannya sendiri, bukan di jaringan Internet. IP Private berguna untuk membuat jaringan lokal, misalnya membuat jaringan di rumah, sekolah atau kantor bahkan tanpa harus memerlukan koneksi internet.

gambar 1.2 IP range

IP Address Public dan Private sudah diatur oleh IANA yang diterbitkan pada dokumen RFC1918 dengan range seperti yang ada pada gambar diatas.

- Netmask

gambar 1.3 tabel subnetmask


Netmask adalah alamat IP khusus yang digunakan untuk memberitahukan router mengenai pembagian Network ID dan Host ID yang nantinya akan digunakan untuk menentukan Network Address dan Broadcast Address suatu alamat IP.

Pada netmask ini kita bisa membuat jaringan dengan host/pengguna sesuai dengan yang kita butuhkan, misal kalau aku hanya membutuhkan alamat ip 10 orang maka aku akan menggunakan netmask /28 karena pada netmask tersebut terdapat jumlah host yang memungkinkan sesuai dengan keperluanku. 

B) SUBNETTING
Subnetting adalah salah satu metode yang digunakan untuk memperkecil jumlah host yang bisa digunakan sehingga ip address dapat digunakan secara maksimal. Subnetting dilakukan dengan cara meminjam sebagian bit host yang akan digunakan sebagai bit subnet.

gambar 1.4 proses subnetting
Pada proses melakukan subnetting kita akan mencari Network Address,Broadcast Address dan Jumlah host yang bisa digunakan.

1. Network Address 
Secara sederhana Network Address itu merupakan alamat ip pertama dalam sebuah jaringan misal nih aku punya alamat ip 192.168.1.1/24 maka Network Addressnya adalah 192.168.1.0, karena ip tersebut adalah ip pertama dalam jaringan tersebut. 
2. Broadcast Address
broadcast address merupakan alamat ip paling terakhir dalam suatu jaringan yang fungsinya untuk melakukan broadcasting keseluruh host yang ada di jaringan, misalnya aku punya ip 192.168.1.1/24 maka Broadcast Addressnya adalah 192.168.1.255 karena ip tersebut adalah ip terakhir dalam jaringan tersebut. 
3. Host
Sesuai dengan namanya kita akan mencari alamat ip yang bisa kita gunakan untuk perangkat yang akan kita gunakan kejaringan.

-Cara Melakukan Subnetting
gambar 1.5 gerbang logika AND
Pada proses melakukan subnetting kita akan menggunakan netmask dengan menggunakan operasi hitung gerbang logika and, kita akan membahas mengenai : 
IP Address : 192.168.1.1 (Kelas C) 
Kebutuhan pengguna : 10 
Jika kita menggunakan subnetmask default dari kelas c yaitu /24 terdapat 256 host tentunya akan sangat boros ip address dan bisa berpotensi digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Maka dari itu kita bisa melakukan subnetting untuk memperkecil jumlah penggunanya yaitu menggunakan subnetmask /28 yang memiliki jumlah host 16. 

Langkah-langkah melakukan subnetting
1. Pertama tama kita rubah terlebih dahulu alamat ip dan netmask menjadi bilangan binner.
2. Kemudian langkah selanjutnya kita gunakan gerbang logika pada ip dan netmask , maka akan ketemu Network Address.
3. Konversi network address menjadi bilangan decimal yaitu 192.168.1.0
4. Setelah tau network address yang pertama kita cari range host pada alamat ip kita.
5. Range hostnya adalah 192.168.1.0 – 192.168.1.15 , perlu diketahui bahwa alamat IPv4 dihitung mulai dari 0.
6. Kalau sudah ketemu range hostnya maka akan mudah mendapatkan broadcast addressnya. cukup lihat ip address terakhir pada range hostnya yaitu 192.168.1.15
7. Untuk jumlah host yang bisa digunakan adalah jumlah host pada subnet dikurangi 2(Network Address dan Broadcast Address) yaitu 16 – 2 = 14. 

Dari proses penghitungan tadi kita mendapatkan
Network Address : 192.168.1.0 
Broadcast Address : 192.168.1.15 
Range IP Yang Bisa Digunakan : 192.168.1.1 – 192.168.1.14 
Mudah kan ? kalau ingin mengetahu subnetwork selanjutnya pada ip 192.168.1.1/28 tinggal dilanjutkan saja misalnya : 
Subnetwork 2 : Network Address : 192.168.1.16 
Broadcast Address : 192.168.1.31 
Jumlah Host Yang Bisa Digunakan : 192.168.1.17 – 192.168.1.30 
Subnetwork 3 : 
Network Address : 192.168.1.32 
Broadcast Address : 192.168.1.47 
Jumlah Host Yang Bisa Digunakan : 192.168.1.33 – 192.168.1.46 Dan seterusnya. 

Temuan Masalah Serta Cara Penyelesaian Masalahnya
Sulitnya merubah bilangan biner ke bilangan desimal namun dengan adamya rumus 128,64,32,16,8,4,2,1 . itu terasa lebih mudah.
Kesimpulan
Dengan adanya IP address dan subnetting pengiriman data dapat diterima keperangkat yang tepat,meskipun cara melakukan subnetting lumayan sulit jika menggunakan rumus/cara diatas akan terasa lebih mudah.
Referensi
E-book IP address dan subnetting

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aspek-Aspek Employability Skills